IPB Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa

- Rabu, 15 April 2026 | 21:15 WIB
IPB Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa

Heboh di media sosial. Tangkapan layar sebuah grup chat yang diduga milik mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem IPB beredar luas, memicu kecaman. Isinya? Percakapan yang dinilai menjurus ke pelecehan seksual, penuh dengan kata-kata sensitif yang merendahkan tubuh perempuan. Viralnya unggahan ini di platform X pada Rabu (15/4) langsung disusul respons cepat dari kampus.

Institut Pertanian Bogor pun tak tinggal diam. Mereka segera membuka investigasi mendalam terkait dugaan memalukan ini.

Menurut sejumlah saksi yang melihat langsung percakapan itu, bahasanya memang kasar dan tidak pantas. Suasana di kalangan mahasiswa pun ikut tegang.

Alfian Helmi, selaku Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB, dengan tegas menyatakan sikap kampus. "IPB University mengecam segala bentuk perilaku yang merendahkan harkat dan martabat manusia," ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).

Ia menegaskan, pihaknya sedang mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani kasus yang ramai diperbincangkan masyarakat itu.

"Setiap bentuk pelanggaran terhadap tata tertib kehidupan kampus akan kami proses sesuai ketentuan," sambung Alfian, tanpa tedeng aling-aling.

Di sisi lain, proses hukum internal sudah bergulir. Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus (KMKKPK) IPB disebut sedang memproses dugaan kasus di grup chat mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem tersebut. Bukti-bukti pun mulai dikumpulkan.

Alfian menjelaskan, serangkaian tahapan standar telah dijalankan. Mulai dari pemanggilan pihak yang diduga terlibat, pengumpulan barang bukti, hingga koordinasi intens dengan unit terkait di dalam kampus. "Kami tentu mengedepankan kehati-hatian, kerahasiaan, dan tentu saja asas keadilan," katanya.

Landasan hukumnya jelas. Peraturan Rektor IPB Nomor 45 Tahun 2025 tentang Tata Tertib Kehidupan Mahasiswa akan menjadi acuan utama. Aturan itu secara gamblang menyatakan bahwa sanksi tegas menanti mahasiswa yang terbukti melanggar.

"Kalau nanti investigasi membuktikan ada pelanggaran, ya sanksinya akan dijatuhkan. Sesuai aturan yang ada," ujar Alfian tegas.

Ia berjanji perkembangan kasus ini akan diinformasikan secara berkala. Semua proses dijamin transparan, namun tetap dengan menjaga prinsip kehati-hatian dan keadilan yang menjadi komitmen kampus.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar