Pria 77 Tahun Ditemukan Tewas Terlilit Jala di Sungai Ciliwung Bogor

- Rabu, 15 April 2026 | 17:25 WIB
Pria 77 Tahun Ditemukan Tewas Terlilit Jala di Sungai Ciliwung Bogor

Ada titik terang dalam pencarian pria berusia 77 tahun yang hilang di bantaran Sungai Ciliwung, Sukaraja, Bogor. Sayangnya, kabar yang datang adalah kabar duka. Korban ditemukan telah meninggal dunia.

M Adam Hamdani dari BPBD Kabupaten Bogor mengonfirmasi hal ini pada Rabu siang.

“Situasi akhir untuk saat ini korban sudah ditemukan,” ujar Adam.

Menurutnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah pria berinisial US itu sekitar pukul 11.30 WIB. Lokasinya sekitar 21 kilometer dari titik ia dilaporkan hilang.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi badan terlentang, leher terlilit jala di pinggir Sungai Ciliwung,” jelas Adam lebih rinci.

Jenazah kemudian segera dibawa ke RS PMI Kota Bogor untuk proses selanjutnya. Pencarian yang berhari-hari itu akhirnya berakhir dengan kepastian yang memilukan.

Sebenarnya, bagaimana awal ceritanya? Semuanya berawal dari aktivitas menjala ikan pada Jumat lalu. US, sang pria lanjut usia itu, berpamitan kepada istri dan tetangga sebelum berangkat ke bantaran sungai.

Yudi Santosa, Kadis Damkar Kabupaten Bogor, menyebut laporan pertama datang pada Sabtu.

“Telah terjadi orang hilang warga Desa Cilebut Timur dalam rangka menjala ikan di bantaran Sungai Ciliwung,” kata Yudi.

Waktu terus berlalu. Keluarga menunggu, tapi US tak kunjung pulang sejak sore hingga tengah malam. Bahkan hingga pagi harinya, ia masih belum tampak batang hidungnya. Khawatir, warga pun melaporkannya ke petugas.

Pencarian pun digelar. Ada satu petunjuk dari seorang saksi mata, penjual mi ayam di sekitar lokasi.

“Saksi melihat korban. Tapi setelah debit air Sungai Ciliwung naik, saksi sudah tidak melihat lagi,” pungkas Yudi mengutip keterangan saksi.

Sayangnya, petunjuk itu hanya mengantar pada temuan yang menyedihkan. Sungai yang mungkin sering memberinya ikan, kali ini mengambil nyawanya dalam sebuah kecelakaan yang tragis.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar