Banjir Rendam SD di Klaten, Proses Belajar Dialihkan ke Rumah

- Rabu, 15 April 2026 | 11:00 WIB
Banjir Rendam SD di Klaten, Proses Belajar Dialihkan ke Rumah

Banjir Genangi Sekolah di Klaten, Pelajaran Dialihkan ke Rumah

Hujan tak henti-hentinya sejak Selasa malam lalu mengguyur Klaten. Curahnya begitu deras, hingga membuat beberapa anak sungai Bengawan Solo tak kuasa menahan beban. Air meluap, dan wilayah di sekitarnya pun kebanjiran. Salah satu yang kena imbas adalah sebuah sekolah dasar di Kecamatan Juwiring. Kegiatan belajar-mengajar terpaksa dihentikan sementara.

SD Negeri 1 Jetis, yang letaknya persis di tepi Sungai Kaligawe, jadi korban. Sungai itu sendiri merupakan bagian dari aliran Bengawan Solo. Debit air yang melonjak drastis akhirnya menerobos masuk ke area sekolah. Tak tanggung-tanggung, genangannya mencapai ketinggian sekitar setengah meter lebih, membanjiri halaman dan merayap masuk ke dalam ruang kelas.

Akibatnya, seluruh kelas tak bisa dipakai. Mau tak mau, para siswa diliburkan. Pembelajaran dialihkan ke rumah untuk sementara waktu. Menurut informasi dari sekolah, sejumlah buku dan peralatan penting sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman agar tidak rusak.

Sebenarnya, upaya antisipasi sudah dilakukan. Pihak sekolah sempat membangun tanggul kecil. Namun begitu, kondisi geografis di sekitarnya malah memperburuk keadaan. Jalan dan area persawahan di sekitar ternyata lebih tinggi, sehingga saat hujan lebat datang, air justru mengalir dan terkumpul di lokasi sekolah.

Bukan cuma sekolah yang terendam. Menurut Kepala BPBD Klaten, Sahruna, sejumlah fasilitas publik lainnya juga ikut tergenang.

"Untuk saat ini, proses belajar siswa dialihkan ke rumah dulu,"

kata Sahruna saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Dampaknya lebih luas lagi. Jalan penghubung antar kecamatan, tepatnya di wilayah Taji, Juwiring, yang mengarah ke Sukoharjo, juga terendam dan sulit dilalui. Yang cukup memprihatinkan, puluhan hektare sawah dengan tanaman padi yang siap panen ikut terendam banjir. Kerugian bagi para petani dipastikan tidak kecil.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar