"AS meningkatkan pengerahan militer dan mengambil tindakan blokade yang ditargetkan," ujarnya. "Ini hanya akan memperburuk ketegangan dan melemahkan perjanjian gencatan senjata yang sudah rapuh. Bahkan, keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz juga semakin terancam."
Ia menegaskan kembali, "Ini adalah perilaku yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab."
Sebelum semua ini terjadi, Iran sendiri sudah lebih dulu mengambil langkah. Mereka menutup Selat Hormuz jalur air yang sangat vital bagi kapal-kapal yang dianggap bermusuhan. Hanya kapal dari negara sahabat, seperti China, yang diizinkan melintas.
Lalu, apa tujuan sebenarnya dari blokade Trump ini? Menurut sejumlah analis, ini adalah cara untuk memotong aliran dana ke Iran. Sekaligus, ini jadi tekanan tidak langsung kepada Beijing, pembeli minyak terbesar Iran, agar mendesak Teheran membuka kembali selat tersebut. Soalnya, Selat Hormuz itu dilewati sekitar seperlima dari minyak dunia. Jadi, taruhannya memang tinggi.
Artikel Terkait
Proses Hukum Terhenti, Tersangka Kasus Pornografi Meninggal Sebelum Diperiksa
Kemendagri Dorong Tabalong Tingkatkan Kualitas Inovasi Berbasis Data dan Kolaborasi
Anggota DPR Habib Aboe Bakar Alhabsyi Minta Maaf ke Ulama Madura Soal Pernyataan Narkoba
Trump Kritik Pedas PM Italia Meloni Soal Sikap Netral dalam Konflik Iran