Tak hanya gubernur, Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang hadir juga memberi amanat. Ia bilang, tugas Dekopinwil Jateng tidak ringan. Mereka harus seirama dengan Kementerian Koperasi untuk benar-benar menghidupkan aktivitas koperasi di akar rumput.
“Amanah ini menjadi tidak ringan karena Dekopin adalah satu tarikan napas yang harus sama dengan Kemenkop,” ujar Ferry.
Menurutnya, Jawa Tengah sudah menonjol dalam pengembangan koperasi, terutama soal percepatan pembentukan badan hukum KDKMP. Tapi sekarang, waktunya masuk ke tahap yang lebih konkret. Operasionalisasi harus berjalan, kolaborasi usaha harus dikembangkan. Dampaknya harus langsung terasa di kantong warga.
Caranya? Salah satunya dengan memprioritaskan produk UMKM lokal Jateng untuk mengisi rak-rak gerai koperasi desa.
Ferry punya ide yang lebih luas. Gerakan koperasi, katanya, harus merambah ke sektor produksi. Mulai dari kebutuhan harian seperti sabun, sampo, deterjen, sampai sambal.
“Kita bisa belajar buat sendiri. Itu bisa menghidupkan industri kecil dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jateng serta menjadi terobosan untuk memecahkan berbagai masalah di masyarakat,” paparnya.
Intinya, kolaborasi dari hulu ke hilir. Dari produksi hingga pascaproduksi. Agar efek ekonominya benar-benar menyebar, dan koperasi jadi pintu masuk menghidupkan industri kecil daerah. Semangatnya satu: dari desa, untuk kemakmuran bersama.
Artikel Terkait
Trump Kritik Pedas PM Italia Meloni Soal Sikap Netral dalam Konflik Iran
Kelangkaan Gas Elpiji Melanda Pasuruan Diduga Imbas Konflik Timur Tengah
Baleg DPR Kaji Dampak Putusan MK Soal Wewenang Eksklusif BPK Hitung Kerugian Negara
BRI Luncurkan Layanan Tebus Gadai via BRImo, Beri Cashback 10%