Perundingan AS-Iran Mentok, Vance Sebut Bola di Tangan Teheran

- Selasa, 14 April 2026 | 22:20 WIB
Perundingan AS-Iran Mentok, Vance Sebut Bola di Tangan Teheran

Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad ternyata mentok. Tak ada titik terang yang ditemukan, terutama terkait perang yang masih berkecamuk di Timur Tengah. Salah satu pemicu kebuntuan itu adalah soal syarat penghentian program pengayaan uranium. Poin ini, rupanya, jadi batu sandungan besar antara kedua negara.

Meski begitu, ada sedikit cerita dari ruang perundingan. JD Vance, Wakil Presiden AS yang memimpin delegasi Washington, mengaku masih melihat secercah harapan. Menurutnya, diskusi dengan pejabat Iran berjalan cukup positif dia menyebutnya sebagai "sejumlah percakapan yang baik".

Namun begitu, nada Vance berubah ketika diwawancarai Fox News, Senin lalu. Dengan tegas dia menyatakan bahwa "bola sekarang berada di tangan Iran".

“Pertanyaan besarnya sekarang,” ujar Vance, “apakah Teheran punya keluwesan cukup untuk mendorong proses ini maju?”

Dia mengakui ada sedikit sinyal kemauan dari Iran untuk menyesuaikan posisi. Sayangnya, itu belum cukup. “Mereka tidak bergerak cukup jauh,” tambahnya.

Lalu bagaimana prospek pembicaraan ke depan? Vance hanya geleng-geleng. Soal itu, katanya, “sebaiknya diajukan kepada Iran.”

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar