Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad ternyata mentok. Tak ada titik terang yang ditemukan, terutama terkait perang yang masih berkecamuk di Timur Tengah. Salah satu pemicu kebuntuan itu adalah soal syarat penghentian program pengayaan uranium. Poin ini, rupanya, jadi batu sandungan besar antara kedua negara.
Meski begitu, ada sedikit cerita dari ruang perundingan. JD Vance, Wakil Presiden AS yang memimpin delegasi Washington, mengaku masih melihat secercah harapan. Menurutnya, diskusi dengan pejabat Iran berjalan cukup positif dia menyebutnya sebagai "sejumlah percakapan yang baik".
Namun begitu, nada Vance berubah ketika diwawancarai Fox News, Senin lalu. Dengan tegas dia menyatakan bahwa "bola sekarang berada di tangan Iran".
“Pertanyaan besarnya sekarang,” ujar Vance, “apakah Teheran punya keluwesan cukup untuk mendorong proses ini maju?”
Dia mengakui ada sedikit sinyal kemauan dari Iran untuk menyesuaikan posisi. Sayangnya, itu belum cukup. “Mereka tidak bergerak cukup jauh,” tambahnya.
Lalu bagaimana prospek pembicaraan ke depan? Vance hanya geleng-geleng. Soal itu, katanya, “sebaiknya diajukan kepada Iran.”
Artikel Terkait
PMI Tewas Ditikam Sesama WNI di Hokkaido Jepang
Timnas Indonesia Uji Konsistensi Lawan Mozambik Usai Gilas Oman di FIFA Matchday
Polres Sragen Masih Selidiki Pembunuhan Bocah 11 Tahun di Rumah Sendiri
Polisi Masih Dalami Petunjuk di TKP Pembunuhan Bocah 11 Tahun di Sragen, Pelaku Belum Terungkap