Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad ternyata mentok. Tak ada titik terang yang ditemukan, terutama terkait perang yang masih berkecamuk di Timur Tengah. Salah satu pemicu kebuntuan itu adalah soal syarat penghentian program pengayaan uranium. Poin ini, rupanya, jadi batu sandungan besar antara kedua negara.
Meski begitu, ada sedikit cerita dari ruang perundingan. JD Vance, Wakil Presiden AS yang memimpin delegasi Washington, mengaku masih melihat secercah harapan. Menurutnya, diskusi dengan pejabat Iran berjalan cukup positif dia menyebutnya sebagai "sejumlah percakapan yang baik".
Namun begitu, nada Vance berubah ketika diwawancarai Fox News, Senin lalu. Dengan tegas dia menyatakan bahwa "bola sekarang berada di tangan Iran".
Artikel Terkait
BNPP Gelar Pelatihan Tenun Ikat untuk Dongkrak Ekonomi Warga Perbatasan Belu
Nadiem Makarim Akui Kesalahan dan Mohon Maaf atas Gaya Kerja Saat Jadi Menteri
Menteri PUPR Tinjau Proyek Hunian Warisan Bangsa di Purwakarta, Dijadikan Prototipe Nasional
Sekitar 250 Pengungsi Rohingya dan Warga Bangladesh Hilang di Laut Andaman