Kalau mau naik kereta jarak jauh, pilihan kursi itu nggak bisa dianggap sepele. Soalnya, bakal menentukan banget kenyamanan kita selama berjam-jam di perjalanan. Nah, biar nggak salah pilih, ada baiknya kita kenali dulu berbagai tipe kursi di kelas ekonomi yang disediakan KAI. Ternyata, nggak cuma satu model, lho.
Menurut informasi resmi dari perusahaan kereta api itu, ada beberapa jenis gerbong ekonomi dengan desain dan fungsi kursi yang berbeda-beda. Mulai dari yang konvensional sampai yang sudah dimodifikasi dengan fitur lebih lengkap.
1. Kereta Ekonomi Tegak Lurus
Gerbong ini punya kapasitas lumayan padat, 106 tempat duduk dengan pendingin AC Split. Kursinya model long seat yang saling berhadapan, dengan susunan 3-2. Kalau lihat formasi tempat duduknya, yang berhadapan itu nomor ganjil-genap, contohnya 11ABC berhadapan dengan 12ABC.
Untuk posisinya, pakai format ABC DE. Kursi dekat jendela (window seat) adalah A dan E. Yang dekat lorong (aisle seat) C dan D. Sementara B ada di tengah-tengah. Saat pesan tiket di aplikasi Access by KAI, gerbong ini ditandai kode EKO.
2. Kereta Ekonomi Kerakyatan
Sedikit lebih longgar, kapasitasnya 93 tempat duduk dengan AC sentral. Yang membedakan, layout kursinya searah dengan laju kereta, juga pakai konfigurasi 3-2. Jadi, kursinya nggak saling berhadapan kayak tipe pertama tadi.
Posisi kursinya tetap pakai format ABC DE. A dan E dapat jendela, C dan D dapat lorong, dan B lagi-lagi dapat posisi tengah. Kode pemesanannya sama, yaitu EKO.
3. Kereta Ekonomi (Konvensional)
Ini mungkin yang paling klasik. Kapasitasnya 80 tempat duduk, AC sentral. Kursinya masih long seat tapi konfigurasinya 2-2 dan saling berhadapan. Nomor kursi yang berhadapan juga ganjil-genap, misal 1AB hadap dengan 2AB.
Format posisinya beda, jadi AB CD. Di sini, kursi jendela dipegang A dan D. Sementara B dan C dapat posisi lorong. Kodenya tetap EKO.
4. Kereta Ekonomi Premium New Image
Sudah lebih modern dengan kursi individual yang dipisah armrest. Kapasitas 80, AC sentral. Konfigurasi 2-2 dan umumnya nggak berhadapan. Kursinya nggak bisa diputar.
Uniknya, gerbong ini terdiri dari 21 baris. Hanya kursi nomor 11 dan 12 yang saling berhadapan. Baris 1 sampai 11 menghadap satu arah, sisa barisnya menghadap berlawanan tapi ini bisa menyesuaikan kondisi kereta. Format posisi AB CD, dengan A & D di jendela, B & C di lorong. Masih pakai kode EKO.
Artikel Terkait
Survei Cyrus Network: Kepuasan Publik terhadap Kabinet Capai 70 Persen
Menteri Tito Perintahkan BNPP Percepat Program Renovasi 15.000 Rumah di Perbatasan
WNA Pakistan Diamankan Imigrasi Tangerang Usai Buat Onar dan Diduga Alami Gangguan Jiwa
Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Pasokan Minyak Mentah dan LPG