Moskow sendiri sudah berulang kali mengingatkan bahayanya. Mereka memperingatkan bahwa serangan di sekitar area pembangkit nuklir itu berisiko memicu bencana radiologi. Bahkan, dampaknya disebut-sebut bisa lebih mengerikan daripada tragedi Chernobyl dulu.
Fasilitas Bushehr, yang terletak di pesisir selatan Iran itu, dilengkapi dengan reaktor berkapasitas 1.000 megawatt. Sayangnya, lokasinya justru kerap jadi sasaran. Daerah sekitarnya sudah setidaknya empat kali dihantam serangan sejak perang berkecamuk.
Dengan ditariknya sebagian besar tenaga ahli Rusia, nasib operasional PLTN pertama dan satu-satunya di Iran itu kini terasa makin tidak menentu.
Artikel Terkait
Tiga Tersangka Perburuan Liar di Taman Nasional Komodo Siap Disidang
Polres Metro Jaksel Amankan 2.700 Butir Ekstasi Berlogo Marvel di Bekasi
Pakistan Dapat Pujian sebagai Mediator AS-Iran, Tapi Dinilai Kontradiktif dengan Ketegangan di Perbatasan
KPK Periksa Lima Pimpinan Biro Travel Terkait Kasus Kuota Haji