Secara global, fenomena seperti ENSO dan IOD berada dalam fase netral. Namun secara regional, pengaruh Monsun Australia justru semakin kuat dan diprediksi masih bertahan beberapa hari lagi.
Meski begitu, jangan dulu berharap cuaca akan langsung kering. Sejumlah dinamika lain masih berperan mendukung potensi hujan. MJO, misalnya, diprediksi masih melintas di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.
Gelombang Kelvin juga diperkirakan aktif membentang dari Sumatera bagian tengah hingga Papua. Belum lagi aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial dan MRG di wilayah lain. Semua ini bisa memicu terbentuknya daerah pertemuan angin yang jadi pabrik awan hujan.
Pada skala lokal, kondisi atmosfer yang labil dan mendukung hujan lebat terpantau di puluhan provinsi, mulai dari Aceh, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Peringatan Dini untuk Masyarakat
Untuk periode 14-16 April, cuaca secara umum masih didominasi hujan ringan hingga lebat. Namun, waspadai peningkatan intensitas menjadi sedang-lebat di sejumlah wilayah seperti Sumatera Barat, Riau, Banten, Bali, Kalimantan Timur, hingga sebagian besar Sulawesi dan Papua.
BMKG juga memberikan peringatan dini khusus untuk hujan lebat yang bisa disertai kilat dan angin kencang. Status Siaga diberikan untuk Aceh, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, dan Papua Tengah. Sementara peringatan angin kencang berlaku untuk Papua Barat dan Papua.
Memasuki periode 17-20 April, intensitas hujan secara umum diprediksi mereda menjadi ringan hingga sedang. Tapi, peningkatan hujan sedang-lebat masih perlu diwaspadai di banyak wilayah, terutama di sepanjang Sumatera, Jawa bagian tengah dan timur, Kalimantan, serta sebagian Sulawesi dan Papua.
Untuk periode ini, status Siaga hujan lebat-sangat lebat hanya berlaku untuk Jawa Barat dan Papua Pegunungan. Peringatan angin kencang dinyatakan nihil.
Intinya, payung dan jas hujan sepertinya masih akan jadi barang wajib untuk dibawa ke mana-mana setidaknya hingga akhir bulan ini. Masyarakat di daerah rawan disarankan tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, atau pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Baleg DPR Kritik Pemberitaan Tempo Soal Merger, Serukan Intervensi Dewan Pers
Polri Luncurkan Laporan Polisi dan Konsultasi Daring via Super App
Anggota DPR Desak Regulasi Seimbang untuk Industri Rokok Elektrik, Tolak Wacana Pelarangan Total
BMKG Peringatkan Puncak Kemarau Lebih Panjang dan Parah pada Agustus 2026