BMKG: Hujan Berpotensi Berlanjut hingga Akhir April 2026

- Selasa, 14 April 2026 | 09:00 WIB
BMKG: Hujan Berpotensi Berlanjut hingga Akhir April 2026

Hujan Tak Kunjung Reda, BMKG Sebut Potensi Hujan Berlanjut Hingga Akhir April

Jakarta - Langit di sejumlah wilayah Indonesia masih tampak kelabu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan peringatan bahwa potensi hujan diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir bulan ini, April 2026. Situasi ini terjadi bersamaan dengan menguatnya pengaruh Monsun Australia.

Data terbaru BMKG mencatat, dalam beberapa hari belakangan tepatnya periode 9 hingga 12 April hujan dengan intensitas ringan sampai lebat telah mengguyur berbagai daerah. Beberapa lokasi bahkan mengalami curah hujan yang sangat tinggi.

Aceh, misalnya, mencatat 105.5 mm per hari. DI Yogyakarta 103.7 mm, disusul Papua Barat 97.7 mm, dan Sumatra Utara 91.9 mm. Daerah lain seperti Kepulauan Riau, Jawa Timur, hingga Kalimantan Tengah juga tak luput dari guyuran deras dengan angka curah hujan yang signifikan.

Menurut keterangan resmi BMKG yang dirilis Selasa (14/4), kondisi ini tidak terjadi begitu saja.

Faktor pendukung lain turut bermain. Mulai dari kecepatan angin yang melambat hingga pemanasan permukaan tanah yang cukup kuat di siang hari. Kombinasi ini memperkuat pembentukan awan konvektif awan penghasil hujan dan badai.

Di sisi lain, ada pola sirkulasi siklonik yang terpantau di beberapa perairan. "Terdeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Lampung, Selat Karimata, dan Laut Arafuru," jelas BMKG.

Pola angin ini mendorong terbentuknya zona pertemuan angin yang pada akhirnya meningkatkan peluang tumbuhnya awan-awan hujan baru.

Dinamika Atmosfer dan Masa Transisi

Lalu, bagaimana prospeknya untuk sepekan ke depan? BMKG mengungkapkan, cuaca Indonesia masih akan dipengaruhi dinamika atmosfer dalam berbagai skala.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar