Menurutnya, kondisi itu adalah konsekuensi alamiah yang harus dihadapi. Sejak dulu kala, profesi hakim memang bukan jalur yang mudah. Anwar bahkan menyebut kisah Abu Hanifah, ulama besar yang menolak tawaran menjadi hakim karena menyadari betapa besarnya tanggung jawab yang harus dipikul.
Di sisi lain, di tengah refleksi tentang beratnya tugas, Anwar juga menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar MK. Namun begitu, ia menegaskan satu hal: selama 15 tahun itu, ia tak pernah mundur.
Pesan terakhirnya itu menggema di ruangan, mengingatkan semua yang hadir tentang esensi dari jabatan yang baru saja ia tinggalkan. Sebuah peran di mana keputusan tak pernah benar-benar final di mata semua orang, dan di situlah integritas benar-benar diuji.
Artikel Terkait
PM Italia Giorgia Meloni Tegur Keras Komentar Trump Terhadap Paus Leo
Anggota DPR Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Riau, Tekankan Peran Nyata di Masyarakat
Konsul Jenderal RI San Francisco Dorong Diaspora LPDP Berkontribusi dari Karier Global
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Berunding, Jamin Keamanan Selat Hormuz