Setelah satu setengah dekade mengemban tugas, Anwar Usman akhirnya melepas jabatannya sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi. Acara pelepasan atau wisuda purnabakti yang digelar Senin (13/4) sore itu, diwarnai pesan khususnya bagi para kolega yang masih bertugas.
Inti pesannya sederhana tapi berat: dalam dunia peradilan, mustahil mencari popularitas. Setiap keputusan yang dijatuhkan, kata Anwar, hampir pasti akan melahirkan pihak yang kecewa. "Paling tidak menambah satu musuh," ujarnya dengan nada tenang namun tegas.
Ia lalu bercerita tentang pengalaman pahit yang dialami seorang koleganya, Prof. Saldi, tak lama setelah dilantik.
Artikel Terkait
PM Italia Giorgia Meloni Tegur Keras Komentar Trump Terhadap Paus Leo
Anggota DPR Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Riau, Tekankan Peran Nyata di Masyarakat
Konsul Jenderal RI San Francisco Dorong Diaspora LPDP Berkontribusi dari Karier Global
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Berunding, Jamin Keamanan Selat Hormuz