“Kami juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada kelompok usaha bersama (KUBE) sebanyak 57 KUBE untuk meningkatkan pendapatan fakir miskin,” ucap Erwan.
Di sisi lain, kabar baik juga datang dari pasar tenaga kerja. Tingkat pengangguran terbuka di Jabar berhasil diturunkan menjadi 6,66 persen di 2025. Angka ini turun 0,09 poin dari tahun 2024, dan yang penting, lebih baik dari target awal yang ditetapkan sebesar 6,99 persen. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar enam atau tujuh orang masih mencari pekerjaan.
Erwan memaparkan, penurunan ini didorong oleh penyerapan tenaga kerja di berbagai lapangan usaha. Beberapa sektor bahkan menunjukkan kinerja yang menggembirakan.
“Terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, kehutanan, perikanan (0,10 juta orang), sektor pendidikan (0,05 juta orang) dan penyediaan akomodasi dan makan minum (0,04 juta orang),” tuturnya.
Memang, ada sektor yang mengalami penurunan, seperti pertambangan dan penggalian. Namun secara keseluruhan, momentumnya positif. Tiga pahlawan penyerap tenaga kerja terbesar adalah sektor reparasi mobil dan motor, industri pengolahan, serta tentu saja, pertanian. Mereka menjadi penyangga utama dalam mengurangi angka pengangguran di Jawa Barat tahun lalu.
Artikel Terkait
Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman Pingsan di Acara Purnabaktinya
Konektivitas Jalan Nasional dan Tol Terjaga Saat Mudik 2026, Kesenjangan di Kawasan Timur Jadi Tantangan
Kecelakaan Maut di Jalan Bomang, Satu Pengendara Motor Tewas
Pengemudi Ojol dan Tukang Parkir di Pamulang Berdamai Usai Cekcok Soal Jaket