Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar Turun, Capaian Pembangunan Dinilai Solid

- Senin, 13 April 2026 | 15:20 WIB
Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar Turun, Capaian Pembangunan Dinilai Solid

Pemerintah Jawa Barat patut berbangga. Di tahun 2025, capaian pembangunan daerah mereka dinilai cukup solid oleh Kementerian Dalam Negeri, dengan skor akhir 3,6672. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, tapi punya dampak nyata. Dua hal yang paling terasa: kemiskinan dan pengangguran di Jabar berhasil ditekan.

Menurut data BPS, persentase penduduk miskin di provinsi itu pada 2025 tercatat 6,78 persen, atau sekitar 3,55 juta jiwa. Memang, jumlahnya masih besar. Namun begitu, ada tren positif. Angka ini turun dibandingkan kondisi setahun sebelumnya yang berada di level 7,08 persen.

Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan, membeberkan strategi mereka. Menurutnya, Pemprov tak hanya fokus pada satu pendekatan. Upaya pengentasan kemiskinan dilakukan lewat tiga cara: mempersempit kantong-kantong kemiskinan, meringankan beban pengeluaran warga, dan tentu saja, mendongkrak pendapatan.

“Pemda Provinsi Jawa Barat membiayai iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin sehingga dapat menekan pengeluaran masyarakat miskin,” jelas Erwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2026).

Di lapangan, langkah-langkahnya lebih konkret. Untuk mengawasi daerah rawan pangan, misalnya, mereka menyusun peta kerawanan. Sementara untuk membantu daya beli, Gerakan Pangan Murah digelar hampir 1.900 kali sepanjang tahun, menyebar di 27 kabupaten dan kota. Operasi Pasar Bersubsidi juga jadi andalan agar harga komoditas pokok tetap terjangkau.

Lalu, bagaimana dengan meningkatkan pendapatan? Di sini, pelatihan bagi calon pekerja migran menjadi salah satu jalannya. Tak hanya itu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar