Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) punya ambisi besar untuk Pilpres 2029. Mereka ingin mengusung ketua umumnya, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, ke kursi nomor satu atau setidaknya nomor dua di republik ini. Targetnya jelas: Istana.
Nah, soal posisi mana yang lebih tepat, muncul analisis menarik dari Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI). Menurut dia, Cak Imin sebenarnya lebih layak dan punya peluang lebih baik jika maju sebagai calon presiden, bukan wakil.
“Meski secara statistik, elektabilitas Cak Imin masih jauh di bawah Prabowo, bukan berarti langkahnya sia-sia,” ujar Adi.
Dia melanjutkan, setidaknya ada tiga keuntungan strategis yang bakal didapat Cak Imin dan PKB.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Orang dan 25 Gram Narkoba dalam Patroli Cipta Kondisi
Poco X8 Pro Series Terjual Lebih dari 30.000 Unit dalam 24 Jam di Indonesia
BMKG Prediksi El Nino Lemah hingga Moderat, Pemerintah Siapkan Antisipasi Kekeringan
Polri Tangkap Ki Bedil, Ahli Senpi Ilegal yang Beroperasi 20 Tahun