“Pertama, ada efek coattail di Pemilu Legislatif. Ini sudah terbukti di 2024 lalu, suara PKB naik. Kedua, ini jadi batu loncatan yang bagus buat Cak Imin sendiri untuk kembali maju di 2034. Dan ketiga, tentu saja, ini meningkatkan marwah dan wibawa politik PKB serta sang ketum,” jelas Adi kepada wartawan, Minggu (12/4/2026).
Di sisi lain, langkah PKB ini dinilai sudah berada di jalur yang tepat. Apalagi sekarang presidential threshold sudah dihapus berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi. Jalan menuju pencalonan jadi lebih terbuka.
“Belum lagi, basis pemilih PKB itu kuat. Bertumpu pada Nahdlatul Ulama, ormas Islam terbesar di Indonesia. Itu aset politik yang sangat besar,” kata Adi menambahkan.
Pada akhirnya, Adi menilai Cak Imin justru lebih mudah menjadi capres ketimbang cawapres. PKB seolah sudah memegang ‘boarding pass’ untuk menerbangkan Cak Imin, tanpa ada saingan berarti di internal partai. Semuanya tampak sudah siap.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Orang dan 25 Gram Narkoba dalam Patroli Cipta Kondisi
Poco X8 Pro Series Terjual Lebih dari 30.000 Unit dalam 24 Jam di Indonesia
BMKG Prediksi El Nino Lemah hingga Moderat, Pemerintah Siapkan Antisipasi Kekeringan
Polri Tangkap Ki Bedil, Ahli Senpi Ilegal yang Beroperasi 20 Tahun