Intelijen AS Ungkap Rencana Pengiriman Rudal Anti-Pesawat China ke Iran

- Minggu, 12 April 2026 | 06:00 WIB
Intelijen AS Ungkap Rencana Pengiriman Rudal Anti-Pesawat China ke Iran

Pakistan sendiri sudah mengumumkan bahwa negosiasi damai akan dilanjutkan pekan ini. Ini menyusul gencatan senjata selama dua minggu yang disepakati kedua belah pihak. Proposal dari Teheran dan Washington kini jadi sorotan, karena bisa menentukan apakah perdamaian di kawasan itu benar-benar terwujud.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa gencatan senjata telah disepakati dan berlaku segera untuk seluruh wilayah konflik, termasuk Lebanon. Ia juga menegaskan bahwa negosiasi lanjutan akan digelar di negaranya.

“Saya menyambut hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara,” ujar Sharif.

Ia kemudian menambahkan, “Saya mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026.”

Pertemuan pada tanggal itu diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan. Namun begitu, jika laporan pengiriman senjata China ke Iran itu terbukti, proses diplomasi yang sudah berjalan alot ini jelas akan semakin rumit. Ketegangan bukan cuma antara AS dan Iran, tapi berpotensi merembet dan melibatkan Beijing.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar