Jakarta - Intelijen Amerika Serikat baru-baru ini mengungkap adanya rencana pengiriman sistem pertahanan udara baru dari China ke Iran. Menurut laporan, pengiriman senjata ini bisa terjadi dalam hitungan pekan. Hal ini muncul di tengah-tengah negosiasi yang sedang berlangsung antara Teheran dan Washington.
Seperti dilaporkan Reuters, AS menduga pengiriman tersebut akan dilakukan secara terselubung. Modusnya? Lewat negara ketiga. Cara ini lumrah dipakai untuk mengaburkan asal-usul senjata, entah lewat transit di negara perantara, memanfaatkan jaringan logistik komersial, atau memalsukan dokumen pengapalan.
Sistem yang dimaksud adalah Man-Portable Air Defense Systems atau MANPADS. Intinya, ini rudal anti-pesawat yang bisa dibawa dan dioperasikan oleh satu atau dua orang saja. Kalau benar sampai di tangan Iran, kemampuan pertahanan udara mereka bakal naik signifikan. Soalnya, senjata jenis ini terkenal gesit mudah dipindahkan, mudah disembunyikan, dan cukup mematikan untuk menghadang pesawat terbang rendah atau helikopter. Cocok untuk perang asimetris.
Di sisi lain, hubungan China dan Iran memang sudah lama erat, terutama di bidang ekonomi. Beijing adalah pembeli minyak utama Teheran. Nah, kalau sekarang China mulai masuk ke ranah militer seperti ini, situasinya jadi makin ruwet. Bisa dibilang, ini menambah dimensi baru dalam ketegangan geopolitik yang sudah melibatkan banyak kekuatan global.
Laporan intelijen ini muncul pada momen yang cukup krusial. Pasalnya, Iran dan AS sedang melakukan pembicaraan di Islamabad, Pakistan, yang tujuannya mengakhiri konflik berlarut-larut di Timur Tengah konflik yang sudah berjalan sekitar enam minggu.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Orang dan 25 Gram Narkoba dalam Patroli Cipta Kondisi
Poco X8 Pro Series Terjual Lebih dari 30.000 Unit dalam 24 Jam di Indonesia
BMKG Prediksi El Nino Lemah hingga Moderat, Pemerintah Siapkan Antisipasi Kekeringan
Polri Tangkap Ki Bedil, Ahli Senpi Ilegal yang Beroperasi 20 Tahun