Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, memberikan gambaran yang lebih suram. Sejak tanggal 2 Maret lalu, konflik di Lebanon telah menelan hampir 1.900 nyawa. Korban luka-luka bahkan melampaui angka 6.000 orang.
"WHO memperingatkan bahwa beberapa rumah sakit mungkin kehabisan persediaan dalam beberapa hari karena lonjakan korban," jelas Dujarric.
Lalu ia menambahkan, dengan nada prihatin, "Persediaan untuk sekitar tiga minggu habis hanya dalam satu hari."
Artikel Terkait
AS Kirim Kapal Perang Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas
Gencatan Senjata AS-Iran Hanya Jeda, Pasar Global Masih Limbung
Konsumen Kendaraan Niaga Pilih Suku Cadang Berdasarkan Frekuensi Penggantian
Perundingan Nuklir AS-Iran di Pakistan Gagal Lagi, Vance Soroti Penolakan Komitmen Jangka Panjang