Di tengah ancaman militer yang terus membayangi, Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri di Beirut masih beroperasi. Ini adalah rumah sakit utama milik pemerintah. Hingga kini, belum ada proses evakuasi yang dilakukan, meski kekhawatiran akan serangan dari pasukan Zionis Israel semakin nyata.
Pihak rumah sakit sendiri mengaku was-was. Mereka khawatir bakal terjebak dalam baku tembak, setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk kawasan di sekitar lokasi mereka. Namun begitu, para staf di dalamnya memilih bertahan. Kewajiban kemanusiaan harus tetap dijalankan, walau zona sekitarnya sudah dianggap berbahaya dan penuh ancaman.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun angkat bicara. Mereka menyerukan dengan tegas agar rumah sakit tersebut dilindungi dari segala bentuk serangan.
Bukan cuma itu, WHO juga memperingatkan soal menipisnya persediaan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Situasinya memang genting.
Artikel Terkait
AS Kirim Kapal Perang Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas
Gencatan Senjata AS-Iran Hanya Jeda, Pasar Global Masih Limbung
Konsumen Kendaraan Niaga Pilih Suku Cadang Berdasarkan Frekuensi Penggantian
Perundingan Nuklir AS-Iran di Pakistan Gagal Lagi, Vance Soroti Penolakan Komitmen Jangka Panjang