Namun begitu, 'Tatah 2026' tak cuma memajang benda mati. Agenda pendukungnya cukup beragam untuk meramaikan suasana. Akan ada pemutaran film tentang Kartini, diskusi buku, dan seminar seni yang pastinya menarik untuk diikuti.
Yang paling spesial, pengunjung mendapat kesempatan langka untuk bertemu dan berbincang langsung dengan para seniman ukir itu sendiri. Mendengar cerita dari sumber pertama, tentang proses dan filosofi di balik setiap goresan pahat.
Intinya, pameran ini ingin mengajak kita semua melihat lebih dalam. Seni ukir Jepara bukan sekadar komoditas atau produk mebel belaka. Lebih dari itu, ia adalah laku budaya, sebuah kesadaran intelektual yang telah mengalir jauh dalam denyut nadi kota itu selama berabad-abad.
Artikel Terkait
Rennes Kalahkan Angers, Perkuat Peluang ke Liga Champions
Juventus Kalahkan Atalanta 1-0, Naik ke Posisi Empat Klasemen Serie A
Juventus Kalahkan Atalanta 1-0, Kokoh di Posisi Empat Klasemen
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Perang dan Kembali ke Meja Dialog