Kehadiran pimpinan pascasarjana ini membawa semangat baru, yaitu School of Collaborative Leadership. Gagasan ini menekankan bahwa kepemimpinan masa depan haruslah kolaboratif, melintasi batas disiplin ilmu. SPS UNAir berkomitmen mencetak inovator yang bisa merajut sinergi antara akademisi, praktisi, dan birokrat demi tujuan kemanusiaan.
Di sisi lain, prestasi internasional UNAir juga tak luput dari perhatian. Prof. Madyan menyebutkan, tiga bidang ilmu dari kampus ini berhasil menempati posisi terbaik di Indonesia. Reputasi global ini, katanya, adalah buah nyata dari keberanian mahasiswa menembus batas negara lewat prestasi.
“Kehadiran kalian di kancah dunia adalah bukti nyata bahwa kualitas pendidikan kita sejajar dengan institusi terbaik di manapun,” imbuhnya. “Kekuatan intelektual ini semakin nyata saat mahasiswa UNAIR tampil dominan dalam ajang diplomasi dan debat global.”
Prosesi wisuda periode 261 ini masih berlanjut hingga Minggu, 12 April 2026. Bagi 2.605 lulusan termasuk 155 dari pascasarjana momen ini adalah titik tolak. Saatnya membuktikan bahwa kurikulum dan nilai-nilai yang mereka dapatkan di kampus punya daya saing tangguh, di belahan bumi mana pun.
Sebagai penutup, rektor menyampaikan apresiasi mendalam pada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di almamater ini. Estafet tanggung jawab kini berpindah. Dari kampus ke tangan para alumni, untuk menjaga nama baik UNAir melalui karya-karya yang konkret dan bermanfaat.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Juventus Kalahkan Atalanta 1-0, Kokoh di Posisi Empat Klasemen
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Perang dan Kembali ke Meja Dialog
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Sumba Timur Dini Hari, Tak Ada Laporan Kerusakan
KPK Beberkan Modus dan Nilai Rp 2,7 Miliar dalam OTT Bupati Tulungagung