Di sisi lain, kondisi militer AS digambarkannya dalam keadaan siap tempur. “Sementara itu, militer kita yang hebat sedang mempersiapkan diri dan beristirahat, bahkan menantikan langkah berikutnya,” tambahnya. Ada nuansa waspada, tapi juga percaya diri, dalam nada pernyataannya.
Latar belakang pernyataan ini adalah gencatan senjata dua pekan yang diumumkan AS dan Iran pada Selasa lalu. Gencatan itu dimaksudkan sebagai langkah awal menuju kesepakatan akhir, untuk mengakhiri perang yang dimulai Washington dan Israel terhadap Teheran sejak 28 Februari. Konflik itu sendiri sudah menelan banyak korban jiwa dan luka-luka.
Menariknya, pengumuman gencatan senjata itu muncul nyaris di detik-detik terakhir. Waktunya kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang sebelumnya berulang kali diperpanjang oleh Trump. Ia sebelumnya memberi ultimatum: Iran harus membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan, atau bersiap menghadapi kehancuran besar.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Segera Lantik Hakim MK Baru Pekan Ini
Rey Malawat Bantah Semua Tuduhan Istri dalam Kasus Pernikahan Sesama Jenis
TOBA Terbitkan Obligasi Rp175 Miliar untuk Modal Kerja di Tengah Transformasi
Kecelakaan Beruntun di Tol Jakarta-Tangerang Sebabkan Kepadatan Parah