"Alhamdulillah kita bisa hadir di sini untuk menyaksikan perubahan," ujar Viva Yoga dalam sambutannya. Dia menekankan, program dari Kementerian Transmigrasi ini bagian dari upaya besar untuk dampak nyata. Mulai dari pembangunan nasional, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kesehatan dan pendidikan.
Rinciannya, di Gorontalo Utara ada tiga sekolah yang direhabilitasi. Ditambah lagi pembangunan unit air bersih dan toilet di tiga titik. Itu belum semuanya. Pemerintah juga membangun jalan rabat sepanjang dua kilometer, meningkatkan jalan non-status, plus tentu saja, membangun tanggul sungai yang jadi salah satu fokus utama.
Namun begitu, Viva Yoga menegaskan bahwa pekerjaan ini tidak boleh berhenti. "Harus berlanjut untuk seterusnya," tegasnya. Pernyataan itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan warga.
Dia bahkan menyebut permintaan dari Bupati setempat. "Pak Bupati bilang ini sudah bagus, tapi masih kurang. Kayaknya untuk tahun ini dan tahun depan perlu ditambah lagi," ungkapnya.
Pada intinya, Viva Yoga kembali menggarisbawahi esensi program transmigrasi. Ini adalah strategi membangun dan menyebarkan pusat ekonomi ke seluruh penjuru negeri. Bukan sekadar memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain.
Gorontalo Utara sendiri termasuk dalam 154 kawasan prioritas nasional untuk pengembangan ekonomi baru. Ke depan, Kementerian Transmigrasi berjanji akan terus bersinergi dengan pemda. Tujuannya jelas: menghadirkan lebih banyak program pembangunan, khususnya di daerah-daerah transmigrasi seperti Sumalata ini.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Segera Lantik Hakim MK Baru Pekan Ini
Rey Malawat Bantah Semua Tuduhan Istri dalam Kasus Pernikahan Sesama Jenis
TOBA Terbitkan Obligasi Rp175 Miliar untuk Modal Kerja di Tengah Transformasi
Kecelakaan Beruntun di Tol Jakarta-Tangerang Sebabkan Kepadatan Parah