Prabowo: Keras Kepala Dibutuhkan untuk Menyelesaikan Pekerjaan

- Rabu, 08 April 2026 | 17:50 WIB
Prabowo: Keras Kepala Dibutuhkan untuk Menyelesaikan Pekerjaan

Di tengah rapat kerja pemerintah, Presiden Prabowo Subianto justru membuka pembicaraan dengan sebuah kritik yang sering dialamatkan padanya: sifat keras kepala. Ia mengakuinya dengan gaya khasnya, sambil sedikit bergurau. "Kalau saya dibilang keras kepala, ya saya terima saja. Lalu saya coba pegang kepala saya," ujarnya, disambut riuh di ruangan Istana Kepresidenan, Rabu lalu.

Namun begitu, Prabowo tak memandang sifat itu sebagai sebuah kelemahan. Justru sebaliknya. Menurutnya, dalam banyak situasi, sikap keras kepala malah sangat diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

"Kadang-kadang, dalam suatu pekerjaan, keras kepala itu dibutuhkan," tegasnya.

Ia lalu menyinggung contoh dari luar negeri, tentang keteguhan rakyat Iran. Menurut Prabowo, mereka kerap dicap keras kepala karena bertahan meski terus-menerus mendapat ancaman dari pihak lawan. "Bolak-balik diancam mau dihabisin, tapi mereka tidak menyerah," katanya.

Prabowo dengan cepat menegaskan bahwa ia tidak bermaksud ikut campur politik dalam negeri orang lain. Poinnya lebih pada semangat untuk bertahan.

Di sisi lain, ia juga melihat jejak 'keras kepala' yang sama dalam sejarah bangsa sendiri. Para pendiri Republik ini, dalam pandangannya, adalah orang-orang yang sangat keras kepala. Mereka punya satu tekad baja: lebih baik mati daripada dijajah kembali. Itulah bentuk keras kepala yang ia maksud sebuah keteguhan prinsip.

"Jadi, saudara-saudara," pungkas Prabowo, menutup pernyataannya, "kita sikapi segala sesuatu dengan tenang dan arif. Tapi, prinsip-prinsip dasar harus kita pegang teguh."

Negara, tuturnya, harus berdiri di atas hukum dan konstitusi. Tanpa itu, yang ada hanyalah kekuatan belaka.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar