Gus Irfan menyebut, secara umum progres pendistribusian koper untuk maskapai Saudia Airlines masih tergolong stabil, dengan angka penyelesaian sekitar 58 persen. Namun begitu, ia tak menampik ada kendala serius.
"Namun terdapat kendala signifikan khususnya pada pengiriman oleh Garuda Indonesia," tuturnya.
Angkanya memang mencengangkan. Dari total 20.617 koper yang seharusnya sudah dikirim Garuda, baru 1.653 yang benar-benar sampai di kantor wilayah. "Ini memang angka yang sangat-sangat kurang," aku Gus Irfan.
Lalu, apa solusinya? Menurut Gus Irfan, pihaknya sudah mendesak Garuda Indonesia untuk mempercepat proses. Maskapai tersebut konon sudah berjanji akan menyelesaikan pengiriman paling lambat tanggal 16 April nanti.
"Karena itu kemarin kita minta pihak Garuda untuk segera memastikan koper-koper bisa diterima dalam waktu yang singkat," jelasnya. "Mereka menjanjikan maksimal tanggal 16. Maksimal. Tentu diusahakan sebelum itu sudah bisa diterima oleh calon jemaah."
Janji itu tentu harus dibuktikan. Dengan waktu yang semakin sempit, kegelisahan jemaah haji kloter awal bisa dipahami. Mereka tak hanya harus mempersiapkan batin, tapi juga memastikan barang bawaan mereka tiba tepat waktu.
Artikel Terkait
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59
Wanita dan Bayinya Tewas Diduga Usai Melahirkan di Kamar Mandi Kos Batam
Pemerintah Janjikan Disiplin Anggaran, Batasi Utang di Bawah 40% PDB
Longsor Tutup Total Jalur Cadas Pangeran, Lalu Lintas Dialihkan ke Tol