Dinding bilik bambu yang lapuk itu kini sudah berganti tembok permanen. Perubahan besar itu terjadi hanya dalam 13 hari. Di Kampung Sukamaju Barat, Lembang, rumah Pak Lili (73) dan Ibu Sumarsih (63) akhirnya resmi berdiri baru, diresmikan langsung oleh Irjen Midi Siswoko, sang Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Lemdiklat Polri.
Acara sederhana itu dihadiri para Widyaswara dan peserta didik atau Serdik Sespimti Dikreg ke-35. Merekalah otak dan tenaga di balik program bedah rumah ini. Sebuah aksi sosial yang sekaligus jadi sarana belajar bagi para calon pemimpin Polri nanti.
Sudah sejak 1983, Lili dan Sumarsih yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat menghuni rumah itu bersama kedua anak mereka. Kondisinya dulu sangat memprihatinkan. Tapi sekarang, bangunan 5x6 meter itu sudah layak disebut rumah, kokoh dan layak huni.
Bagi Irjen Midi, program ini jauh lebih dari sekadar urusan fisik. Ini adalah strategi.
"Salah satu faktor kerawanan sosial adalah kesejahteraan masyarakat. Di mana kesejahteraan itu naik, pasti kejahatan akan menurun," ujarnya Rabu lalu.
"Sedikit banyak, kita sudah menyumbang agar faktor (kriminalitas) itu bisa kita hilangkan sedikit demi sedikit," sambungnya.
Artikel Terkait
Polri Bekali Personel dengan Buku Saku 0% untuk Dukung Program Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Jateng Tegaskan Stok Elpiji Cukup Enam Kali Lipat dari Normal
IHSG Melonjak 4,45%, Saham Prajogo Pangestu Jadi Primadona
Kuasa Hukum Desak Kasus Penyiraman Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum