Kabarnya, kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sedang kritis. Ia dilaporkan tidak sadarkan diri. Situasi ini tentu saja memicu spekulasi luas: siapa sebenarnya yang kini memegang kendali di Teheran?
Informasi mengejutkan ini bermula dari sebuah memo diplomatik rahasia yang berhasil diintip oleh media. The Times of India, pada Selasa (7/4/2026), memberitakan bahwa memo tersebut diperkuat oleh penilaian bersama intelijen AS dan Israel menyebut Mojtaba sedang menjalani perawatan medis darurat. Lokasinya di kota suci Qom.
Memo itu menggambarkan kondisinya “parah”. Bahkan disebutkan, sang pemimpin yang berusia 56 tahun itu “tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim”. Ini jelas situasi yang sangat serius, mengingat posisi sentralnya dalam hierarki kekuasaan Iran.
Yang menarik, ini adalah pertama kalinya lokasi persisnya sang pemimpin terungkap ke publik. Selama ini, keberadaannya selalu diselimuti kerahasiaan. Memo tersebut mengonfirmasi bahwa badan intelijen sebenarnya telah melacaknya untuk waktu yang cukup lama, hanya saja belum pernah diungkap secara terbuka.
Kini, semua mata tertuju ke Qom. Keadaan Mojtaba yang tak sadar tentu meninggalkan kekosongan kekuasaan, sebuah vakum yang pasti telah memicu perdebatan sengit di balik layar di antara elite politik dan militer Iran. Apa yang terjadi selanjutnya, hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Pembukaan Selat Hormuz Jadi Ujian Diplomasi Indonesia untuk Bebaskan Kapal Tanker
Longsor di Deliserdang Tewaskan Lima Warga, Delapan Rumah Tertimbun
Jogja Food & Beverage Expo 2026 Dibuka, Kolaborasi Empat Pameran Industri di JEC
Inggris Pimpin Konferensi 30 Negara Bahas Pembukaan Kembali Selat Hormuz