Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, lagi-lagi menyoroti sebuah kebijakan pengadaan. Kali ini, yang jadi sasaran kritiknya adalah rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membeli puluhan ribu motor listrik. Menurut Charles, ada yang janggal dalam rencana ini, terutama jika benar Kementerian Keuangan pernah menolaknya.
"Kalau benar pengadaan ini sudah pernah ditolak oleh Kementerian Keuangan, lalu tetap dijalankan oleh BGN, maka ini sudah masuk ranah pelanggaran dalam tata kelola anggaran negara," tegas Charles kepada para wartawan, Rabu (8/4/2026).
Dia melanjutkan, "Tidak boleh ada lembaga yang merasa bisa berjalan di luar mekanisme anggaran yang sah."
Bagi politisi itu, ini bukan sekadar persoalan prosedur. Ini adalah pemborosan yang serius. Apalagi, kondisi fiskal negara sedang tidak baik-baik saja. Di saat semua instansi diminta mengencangkan ikat pinggang, muncul rencana beli motor listrik dalam jumlah fantastis dengan urgensi yang dipertanyakan.
"Saya tegaskan program gizi bukan program bagi-bagi proyek," ucap Charles dengan nada keras. Dia mendesak BGN untuk segera menghentikan pola pikir bagi-bagi proyek dari program MBG itu.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp 50.000 per Gram, Buyback Melonjak Lebih Tajam
PBB: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Tembakan Tank Israel dan IED Hizbullah
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Selat Hormuz Dibuka
Polisi Tangkap Pria di Bengkalis Diduga Bakar Lahan Setengah Hektar