Ketua PPP Kritik Pengamat Soal Narasi Masa Jabatan Presiden

- Selasa, 07 April 2026 | 16:55 WIB
Ketua PPP Kritik Pengamat Soal Narasi Masa Jabatan Presiden

Udara Jakarta masih menyisakan suasana lebaran, tapi di tengah hangatnya silaturahmi itu, muncul pernyataan yang justru dinilai bisa memicu kegaduhan. Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, tak bisa tinggal diam. Ia melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah pihak yang dianggapnya menyebar narasi tidak konstruktif.

Kritiknya ini merespons forum Halal Bihalal di Utan Kayu, Jakarta Timur, akhir Maret lalu. Dalam forum bertajuk 'Sebelum Pengamat Ditertibkan' itu, pengamat politik Saiful Mujani dan Islah Bahrawi sempat mengemukakan pandangan. Salah satu poin yang mencuat adalah narasi soal masa jabatan Presiden yang disebut tak akan berlanjut hingga 2029.

Bagi Mardiono, yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, pernyataan semacam ini bukan cuma spekulatif. Lebih dari itu, ia melihat potensinya yang bisa menggerogoti kepercayaan publik dan menciptakan instabilitas politik. "Ini berbahaya," kira-kira begitu nada yang ia sampaikan.

"Sebagai tokoh publik, setiap pernyataan hendaknya mempertimbangkan dampak luas terhadap masyarakat," ujar Mardiono, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, "Narasi yang menjurus pada delegitimasi pemerintahan yang sah sangat tidak tepat, terlebih jika disampaikan tanpa dasar yang jelas."

Di sisi lain, Mardiono menegaskan bahwa Presiden Prabowo saat ini sedang fokus total menjalankan pemerintahan. Fokusnya satu: mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat, sesuai amanat konstitusi.

"Tidak ada alasan untuk tidak mendukung Bapak Presiden Prabowo. Beliau memiliki cita-cita mulia untuk mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat demi kesejahteraan," tegasnya.

Ia juga mengingatkan, bangsa ini baru saja merayakan Idul Fitri. Momentum seharusnya dipakai untuk memperkuat persatuan, bukan malah diisi dengan pernyataan-pernyataan yang memanas-manasi situasi.

"Di bulan yang penuh berkah ini, sudah sepatutnya kita menghadirkan narasi yang menyejukkan, bukan justru memperkeruh suasana dengan pernyataan provokatif dan kontraproduktif," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah di bawah Prabowo sedang berjuang keras menghadapi segudang tantangan. Mulai dari penguatan ekonomi dalam negeri, sampai pada dinamika global yang serba tak pasti seperti krisis energi dan geopolitik.

"Pemerintah berupaya maksimal memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga stabilitas nasional. Karena itu, seluruh elemen bangsa seharusnya memberikan dukungan, bukan justru menyebarkan spekulasi yang tidak berdasar," tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Mardiono mengajak semua pihak, terutama tokoh masyarakat dan pengamat, untuk lebih bijak. Berbicara di ruang publik harusnya mengedepankan etika dan tanggung jawab.

"Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan bertanggung jawab demi menjaga keutuhan bangsa," pungkas Mardiono.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar