Udara Jakarta masih menyisakan suasana lebaran, tapi di tengah hangatnya silaturahmi itu, muncul pernyataan yang justru dinilai bisa memicu kegaduhan. Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, tak bisa tinggal diam. Ia melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah pihak yang dianggapnya menyebar narasi tidak konstruktif.
Kritiknya ini merespons forum Halal Bihalal di Utan Kayu, Jakarta Timur, akhir Maret lalu. Dalam forum bertajuk 'Sebelum Pengamat Ditertibkan' itu, pengamat politik Saiful Mujani dan Islah Bahrawi sempat mengemukakan pandangan. Salah satu poin yang mencuat adalah narasi soal masa jabatan Presiden yang disebut tak akan berlanjut hingga 2029.
Bagi Mardiono, yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, pernyataan semacam ini bukan cuma spekulatif. Lebih dari itu, ia melihat potensinya yang bisa menggerogoti kepercayaan publik dan menciptakan instabilitas politik. "Ini berbahaya," kira-kira begitu nada yang ia sampaikan.
"Sebagai tokoh publik, setiap pernyataan hendaknya mempertimbangkan dampak luas terhadap masyarakat," ujar Mardiono, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, "Narasi yang menjurus pada delegitimasi pemerintahan yang sah sangat tidak tepat, terlebih jika disampaikan tanpa dasar yang jelas."
Di sisi lain, Mardiono menegaskan bahwa Presiden Prabowo saat ini sedang fokus total menjalankan pemerintahan. Fokusnya satu: mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat, sesuai amanat konstitusi.
"Tidak ada alasan untuk tidak mendukung Bapak Presiden Prabowo. Beliau memiliki cita-cita mulia untuk mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat demi kesejahteraan," tegasnya.
Artikel Terkait
Ekonom UMY Dukung Wacana Potong Gaji Menteri, Tapi Ingatkan Tak Cukup Atasi Defisit
Ketua KPK Belum Terima Surat Panggilan Dewas Soal Pergeseran Status Tahanan Yaqut
Gubernur DKI Targetkan Stasiun JIS Beroperasi Juni 2026
Menteri HAM Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Kasus Penyegelan Aktivis KontraS