Sementara itu, di lokasi lain seperti Dusun Solondoko dan Desa Sidoharjo, perbaikan juga berjalan paralel dengan skala material yang lebih besar. Di sana, waktu penyelesaian diperkirakan butuh sekitar dua minggu.
Banjir yang dipicu hujan deras dan luapan Sungai Tuntang ini sebelumnya memang parah. Genangan air sempat mencapai satu setengah meter di beberapa titik, seperti di Desa Trimulyo dan Ploso. Jalanan pun terputus, tak bisa dilewati kendaraan kecil. Tak cuma rumah, sawah-sawah warga, terutama di Sidoharjo, juga terendam semua.
Meski sedang menangani gempa di Manado, Kepala BNPB Suharyanto tetap memantau situasi di Demak. Dia langsung memerintahkan timnya untuk turun ke lapangan dan berkoordinasi penuh dengan BPBD Jawa Tengah. Upaya darurat harus dipercepat.
Kini, air memang sudah surut. Tapi bekasnya masih jelas terlihat. Dan untuk keluarga di Trimulyo yang kehilangan sang anak, musibah ini meninggalkan luka yang butuh waktu sangat lama untuk sembuh.
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi