Di sisi lain, Annisa menyebutkan ada komet sungguhan yang sedang mendekat. Komet bernama C/2026 A1 (MAPS) itu baru saja mencapai titik terdekatnya dengan Matahari. Jika selamat, komet ini akan mencapai jarak terdekat dengan Bumi pada 6 April dan bisa diamati di rasi Cetus.
Pendapat serupa datang dari Profesor Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin. Ia mengonfirmasi bahwa objek terang yang meluncur dan terpecah-pecah itu memang pecahan sampah antariksa.
"Itu adalah pecahan sampah antariksa," ujarnya dari Jakarta, Minggu.
Thomas memberi penjelasan lebih rinci. Sampah itu berasal dari bekas roket China CZ-3B. Berdasarkan info dari Space-Track dan analisis orbit, benda tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di barat Sumatera.
Ia memaparkan, sekitar pukul 19:56 WIB, ketinggiannya turun drastis hingga di bawah 120 km. Pada ketinggian itulah, objek memasuki atmosfer padat, terbakar hebat, dan akhirnya pecah berkeping-keping. "Itulah yang disaksikan warga sekitar Lampung dan Banten," tutur Thomas.
Jadi, heboh langit Lampung itu bukan pertanda apa-apa. Hanya sampah antariksa yang sedang membersihkan dirinya sendiri dengan cara yang cukup dramatis: terbakar habis di langit malam.
Artikel Terkait
Iduladha 2026 Diprediksi 27 Mei, Berpotensi Ciptakan Libur Panjang
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30