Erupsi berlanjut. Catatan terakhir menyebutkan dua kali letusan lagi masing-masing pukul 07.53 WIB dan 08.50 WIB. Untuk yang terakhir, pengamatan visual terhambat kabut sehingga tinggi letusan tidak teramati.
Dengan status Level III atau Siaga, otoritas pun mengeluarkan sejumlah imbauan keras. Masyarakat dilarang keras beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak.
Alasannya, kawasan itu masih berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar yang jangkauannya bisa mencapai 17 km. Bahaya lontaran batu pijar juga mengancam hingga radius 5 km dari kawah.
Di sisi lain, masyarakat diminta terus mewaspadai ancaman sekunder. Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar mengintai di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Bang, Kembar, dan Sat. Sungai-sungai kecil anak dari Besuk Kobokan juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi jalur lahar dingin. Kewaspadaan tetap harus dijaga, mengingat Semeru masih dalam fase yang sangat aktif dan tidak terduga.
Artikel Terkait
Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Usai Kalahkan Semen Padang 2-0
Pengendara Motor Tewas Tertindas Truk Trailer di RE Martadinata
Gunung Dukono Erupsi, Status Waspada Berlaku dan Warga Tobelo Diimbau Waspada Hujan Abu
Iran Bantah Klaim Trump Soal Evakuasi Pilot AS yang Ditembak Jatuh