“Karena mendapatkan apresiasi, bahkan dengan talenta yang dimiliki mencapai prestasi bisa dimanfaatkan untuk masuk PTN di jalur prestasi SNBP,” katanya.
Alasannya sederhana. Menurutnya, kepedulian pemerintah daerah terhadap bakat murid-muridnya itulah yang membuat Jatim kerap menjadi penyumbang terbanyak peserta SNBP secara nasional.
Data pun membuktikan. Pada SNBP 2026, tercatat 29.046 siswa asal Jatim diterima di PTN dari total 108.122 pendaftar. Angka itu mengukuhkan Jatim sebagai provinsi dengan penerima SNBP tertinggi secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut, sejak 2019.
Pencapaian lain yang patut disorot adalah soal Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Jawa Timur lagi-lagi memimpin sebagai provinsi dengan penerima KIP-K terbanyak, yaitu 8.915 siswa dari 40.213 pendaftar.
“Catatan ini menjadi kabar baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera,” ucap Khofifah.
Baginya, program ini berhasil mengecilkan kesenjangan dalam akses pendidikan tinggi. Komitmennya kuat: tidak boleh ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah hanya karena terbentur masalah ekonomi. KIP-K, dalam pandangannya, adalah salah satu instrumen kunci untuk mewujudkan mimpi itu.
Artikel Terkait
Gunung Dukono Erupsi, Status Waspada Berlaku dan Warga Tobelo Diimbau Waspada Hujan Abu
Iran Bantah Klaim Trump Soal Evakuasi Pilot AS yang Ditembak Jatuh
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung
Aturan IGRS Kominfo Picu Kekhawatiran Blokir Game dan Hambat Industri