“Penarikan pasukan tentu bukan keputusan yang dapat diambil secara tergesa-gesa, melainkan harus melalui pertimbangan strategis yang matang. Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap mandat perdamaian dunia, dan kehadiran prajurit TNI di UNIFIL merupakan bagian dari tanggung jawab tersebut,” paparnya.
Di sisi lain, Dave menekankan bahwa prosedur keselamatan di lapangan harus jadi perhatian serius. Evaluasi mendesak diperlukan. Namun begitu, kontribusi Indonesia untuk perdamaian global tak boleh pupus.
“Sikap yang perlu ditegaskan adalah menempatkan keselamatan prajurit sebagai prioritas utama, sembari memastikan bahwa kontribusi Indonesia dalam misi UNIFIL tetap dijalankan dengan penuh kehormatan,” ujar Dave.
Ia menambahkan, “Langkah-langkah preventif yang terukur serta diplomasi yang konstruktif menjadi kunci untuk menekan risiko, sekaligus menegaskan bahwa peran Indonesia di panggung internasional tetap bernilai strategis.”
Nada bicaranya jelas: tetap berkontribusi, tapi jaga nyawa anak bangsa. Sebuah keseimbangan yang sulit, tapi harus ditemukan.
Artikel Terkait
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung
Aturan IGRS Kominfo Picu Kekhawatiran Blokir Game dan Hambat Industri
Truk Gandeng Tabrak Pikap di Demak, Satu Orang Tewas Tertabrak
Banjir di Demak Surut, Satu Anak Tewas dan Perbaikan Tanggul Digenjot