“Peringkat ini mencerminkan berkurangnya tekanan likuiditas dan restrukturisasi utang, mengingat tidak adanya jatuh tempo dalam jangka pendek,”
Demikian penjelasan Fitch dalam laporannya yang dirilis Senin, 24 November 2025.
Restrukturisasi itu sendiri memang sudah diselesaikan lewat proses pengadilan. Perusahaan menerbitkan obligasi baru senilai USD 79 juta dan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar USD 157 juta. Hasilnya, total utang yang semula membebani di angka USD 337 juta berhasil dipangkas. Sekarang, komposisinya menjadi USD 180 juta utang baru dan USD 157 juta dalam bentuk OWK.
Dengan semua perubahan ini, laba per saham PBRX pun berbalik arah menjadi USD 0,00122, setelah sebelumnya negatif di USD 0,02097. Sebuah transformasi yang patut dicatat, meski tantangan ke depan tentu masih menunggu.
Artikel Terkait
Iran Klaim Operasi Penyelamatan Pilot AS Gagal Total, Bantah Pernyataan Trump
Sidibe Cetak Brace, Bhayangkara FC Kalahkan Persija 3-2 dalam Drama Injury Time
Bali United Hadapi PSBS Biak Tanpa Penonton di Kandang
Masih Ada Empat Long Weekend di Sisa 2026 Setelah Paskah