Iran Klaim Operasi Penyelamatan Pilot AS Gagal Total, Bantah Pernyataan Trump

- Minggu, 05 April 2026 | 19:25 WIB
Iran Klaim Operasi Penyelamatan Pilot AS Gagal Total, Bantah Pernyataan Trump

Operasi penyelamatan yang digembar-gemborkan AS untuk pilot pesawat tempurnya yang jatuh, menurut militer Iran, berakhir dengan kegagalan total. Pernyataan tegas itu datang dari juru bicara komando militer Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari. Menariknya, dalam pernyataannya, pihak Iran sama sekali tidak menyebutkan soal pilot Amerika itu berhasil ditangkap.

Klaim Iran ini langsung menohok pernyataan Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyebut pilot telah berhasil diselamatkan dalam sebuah misi. "Dia aman dan selamat," kata Trump, seperti dilansir AFP, Minggu (5/4/2026).

Di sisi lain, narasi yang dibangun Tehran sama sekali berbeda.

"Operasi penyelamatan militer AS yang disebut-sebut itu, yang direncanakan sebagai misi penipuan dan pelarian di bandara yang ditinggalkan di selatan Isfahan dengan dalih menyelamatkan pilot pesawat yang jatuh, benar-benar gagal," ujar Zolfaghari dalam sebuah pernyataan video yang disiarkan televisi pemerintah.

Ia mengklaim operasi itu justru berakhir dengan kehancuran bagi pihak AS. Dua pesawat angkut C-130 dan dua helikopter Black Hawk disebut hancur dalam insiden tersebut. Menurutnya, pernyataan Trump tak lebih dari retorika kosong untuk mengalihkan perhatian dari fakta di lapangan, yang menunjukkan posisi superior angkatan bersenjata Iran.

Media pemerintah Iran pun membagikan bukti visual. Gambar-gambar yang beredar menunjukkan puing-puing hangus berserakan di sebuah daerah gurun. Asap masih terlihat mengepul dari lokasi, memberi kesan baru saja terjadi bentrokan keras.

Lebih lanjut, media lokal melaporkan serangan selama operasi itu menewaskan lima orang di wilayah barat daya. Meski begitu, status mereka apakah sipil atau militer masih belum jelas.

Nuansa pencarian pilot itu sendiri sudah terasa sejak Jumat lalu. Rekaman-rekaman yang beredar memperlihatkan warga setempat, ada yang membawa bendera dan bahkan senapan, berburu di daerah terpencil. Pihak berwenang sebelumnya menawarkan hadiah untuk informasi yang mengarah pada pilot tersebut, memicu aksi warga.

Jadi, saat ini yang ada adalah dua klaim yang saling bertolak belakang dari Washington dan Tehran. Satu pihak bicara soal keselamatan, pihak lain menegaskan kegagalan dan menunjukkan puing-puing sebagai bukti. Situasinya masih gelap, menunggu kejelasan lebih lanjut.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar