Performa Pan Brothers (PBRX) di tahun 2025 menunjukkan perubahan yang cukup dramatis. Setelah terpuruk, perusahaan garmen ini berhasil membalikkan keadaan dengan mencatat laba bersih sebesar USD 23,34 juta. Padahal, setahun sebelumnya mereka justru menanggung kerugian yang sangat dalam, mencapai USD 456 juta.
Meski begitu, perjalanan menuju titik itu tak sepenuhnya mulus. Pendapatan perusahaan justru mengalami penurunan sekitar 14,5 persen, dari USD 319,93 juta di 2024 menjadi USD 273,26 juta di tahun lalu. Laba kotor pun ikut terdampak, turun tipis menjadi USD 23,15 juta.
Lantas, bagaimana mereka bisa kembali ke zona hijau? Kuncinya ada pada efisiensi dan pendapatan lain. Di satu sisi, beban usaha berhasil ditekan, turun dari USD 29,33 juta menjadi USD 23,84 juta. Namun yang lebih signifikan, pendapatan lainnya melonjak luar biasa dari hanya USD 4,06 juta menjadi USD 106,33 juta! Beban lain juga anjlok drastis, dari USD 446,6 juta ke level USD 52,63 juta. Kombinasi inilah yang mendorong mereka keluar dari kubangan merah.
Di sisi lain, langkah penting lain datang dari lembaga pemeringkat. Pada November 2025, Fitch Ratings Indonesia meningkatkan peringkat kredit jangka panjang Pan Brothers menjadi B- dari status sebelumnya, Restricted Default (RD). Outlook-nya stabil.
“Peringkat ini mencerminkan berkurangnya tekanan likuiditas dan restrukturisasi utang, mengingat tidak adanya jatuh tempo dalam jangka pendek,”
Demikian penjelasan Fitch dalam laporannya yang dirilis Senin, 24 November 2025.
Restrukturisasi itu sendiri memang sudah diselesaikan lewat proses pengadilan. Perusahaan menerbitkan obligasi baru senilai USD 79 juta dan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar USD 157 juta. Hasilnya, total utang yang semula membebani di angka USD 337 juta berhasil dipangkas. Sekarang, komposisinya menjadi USD 180 juta utang baru dan USD 157 juta dalam bentuk OWK.
Dengan semua perubahan ini, laba per saham PBRX pun berbalik arah menjadi USD 0,00122, setelah sebelumnya negatif di USD 0,02097. Sebuah transformasi yang patut dicatat, meski tantangan ke depan tentu masih menunggu.
Artikel Terkait
Gempa M 3,9 Guncang Maluku Tengah, BMKG: Dangkal dan Tak Berpotensi Rusak
PT Mifa Bersaudara Perkuat Enam UMKM Binaan di Aceh Barat Lewat Program CSR Intensif hingga 2026
Kejagung Naikkan Kasus Dugaan Transfer Pricing Ekspor CPO ke Tahap Penyidikan
Polri Pastikan Tak Ada Sabotase di Balik Blackout Sumatera, Komisi III Desak Investigasi Tuntas