Di sisi lain, upaya pertolongan itu justru memakan korban lebih banyak. Rekan-rekan yang bergegas menolong, tanpa alat pengaman memadai, ikut terperosok. Suasana di dalam gelonteng digambarkan pengamat sebagai tempat yang pengap dan berhawa panas, membuat upaya evakuasi jadi sangat sulit.
“Rekan kerja korban ikut terjatuh ke dalam gelonteng, kemudian mandor meminta tolong saksi untuk mengevakuasi korban yang berada dalam gelonteng,”
tambahnya. Sayangnya, saksi lain mengaku tak kuat membantu. Dia merasakan hawa panas yang menyengat di sekitar lokasi kejadian.
Dampaknya tak berhenti di empat kematian itu. Tiga pekerja lain, Ujib (42), Ahmad Jaelani (37), dan Sunar (63), mengalami sesak napas saat berusaha mengevakuasi korban. Saat ini, ketiganya masih menjalani perawatan di RS Pasar Rebo.
Peristiwa ini menyisakan duka dan pertanyaan besar. Terutama soal prosedur keselamatan kerja yang sepertinya diabaikan. Sebuah upaya tolong-menolong yang berakhir pilu, meninggalkan keluarga yang berduka dan rekan kerja yang trauma.
Artikel Terkait
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka
Persebaya Kalahkan Persita 1-0, Geser ke Posisi Lima Klasemen
Diskon Tiket Kapal Mudik 30% Tembus Target, 467 Ribu Penumpang Terdaftar
Ayah Tewas Dikeroyok Preman Saat Pesta Pernikahan Anak di Purwakarta