Prosesi penyemayaman itu sendiri berlangsung sangat emosional. Tangis pecah ketika keluarga memeluk peti jenazah para pahlawan mereka. Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Sebagai bentuk penghargaan, pangkat ketiganya dinaikkan satu tingkat secara anumerta.
“Ini kehilangan yang sangat besar,” ucap seorang pejabat tinggi yang hadir, menggambarkan suasana.
Adapun kronologi gugurnya ketiganya terjadi dalam insiden terpisah. Praka Farizal Rhomadhon lebih dulu gugur pada Minggu (29/3), setelah sebuah proyektil meledak dekat posisinya di desa Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan.
Kemudian, esok harinya Senin (30/3), datang kabar pilu lagi. PBB mengonfirmasi dua prajurit TNI lainnya meninggal dunia. Sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan. Insiden yang sama juga melukai dua prajurit lainnya.
Dalam acara penghormatan itu, hadir sejumlah tokoh penting. Menteri Luar Negeri Sugiono, Wamenko Polkam Lodewijk F. Paulus, dan Wamenhan Donny Ermawan Taufanto turut memberikan penghormatan. Dari jajaran TNI-Polri, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga tampak hadir, bersama para kepala staf angkatan. Mereka semua berdiri bersama, merasakan duka yang sama.
Artikel Terkait
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka
Persebaya Kalahkan Persita 1-0, Geser ke Posisi Lima Klasemen
Diskon Tiket Kapal Mudik 30% Tembus Target, 467 Ribu Penumpang Terdaftar
Ayah Tewas Dikeroyok Preman Saat Pesta Pernikahan Anak di Purwakarta