Kisah tragisnya berawal dari Lebanon selatan. Menurut laporan, pada Minggu (29/3) lalu, Praka Farizal Rhomadhon tewas setelah sebuah proyektil meledak tak jauh dari posisinya di dekat Desa Adchit al-Qusayr.
Namun begitu, duka belum usai. Keesokan harinya, Senin (30/3), datang kabar pilu lagi. PBB mengonfirmasi dua prajurit TNI lainnya meninggal dunia setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Dua prajurit lain juga dilaporkan terluka dalam insiden memilukan itu.
Merespon tragedi ini, Presiden Prabowo telah menyampaikan dukacita yang mendalam. Dia menyatakan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan menegaskan bahwa pengabdian para prajurit ini adalah bentuk nyata keberanian Indonesia di panggung dunia.
Demikian ungkapan duka yang disampaikan Prabowo melalui akun Instagram resminya, @prabowo, pada Selasa (31/3). Dalam pernyataannya, dia menegaskan bahwa dedikasi mereka bukan hanya untuk negara, tapi juga untuk perdamaian global. Sebuah pengorbanan yang membawa nama Indonesia berkibar dengan penuh kehormatan.
Artikel Terkait
Menag Usul Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Setarakan Madrasah dan Sekolah Umum
Banjir 80 Sentimeter Rendam Perumahan di Pamulang, Warga Dievakuasi Tim SAR
Ragunan Catat 36.880 Pengunjung di Hari Kedua Long Weekend Paskah
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Sejumlah Kawasan Tangsel