Tapi Puput nggak ambil pusing. Begitu sampai, tujuannya cuma satu: langsung cari loket penjualan tiket pertunjukan. Meski pembukaan tiket baru dimulai jam 12 siang, dia rela nunggu dari jauh-jauh hari. Takut kehabisan, soalnya sistemnya 'war' dan kuotanya terbatas.
Ujarnya sambil tertawa. Buat dia, ini kesempatan langka. Nonton Tari Kecak di Jakarta itu jarang ada. Daripada harus terbang ke Bali, mending ke TMII yang lebih terjangkau apalagi tiketnya gratis.
Dan ternyata, antusiasme Puput mewakili banyak pengunjung lain. Sejak sebelum tengah hari, antrean di pusat oleh-oleh TMII sudah mengular panjang. Orang-orang pada rela berdesakan dan menunggu, demi menyaksikan dentuman suara "cak" dan gerakan penari yang memesona. Pertunjukan budaya rupanya masih punya daya pikat yang kuat, menghubungkan orang dengan sebuah pengalaman yang selama ini mungkin cuma ada di pulau seberang.
Artikel Terkait
Debt Collector Tewas Ditikam Saat Tarik Mobil di Baturaja, Pelaku Menyerahkan Diri
Dua Personel Brimob Metro Jaya Perkuat Timnas di Kejuaraan Dunia Indoor Skydiving 2026
Serangan Rudal Iran Hantam Permukiman Israel, Kerusakan Parah di Wilayah Tengah
Oknum TNI dan Polisi Bentrok dengan Pengunjung Kafe di Toraja