"Praktik perdagangan ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan manusia," ungkapnya.
Namun begitu, pemerintah tak cuma bergerak di penindakan. Upaya konservasi lewat perlindungan habitat dan pengawasan peredaran satwa terus didorong. Kerja sama lintas sektor, bahkan dengan negara lain, juga digalakkan.
"Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga populasi satwa liar sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia," tambah Dwi.
Partisipasi kita semua, masyarakat, disebutkannya punya peran krusial. Mulai dari tidak membeli satwa dilindungi hingga berani melaporkan aktivitas mencurigakan. Itu semua bisa membantu.
Pesan terakhirnya tegas: "Kementerian Kehutanan memastikan bahwa setiap pelaku kejahatan terhadap satwa liar akan diproses sesuai hukum yang berlaku."
Artikel Terkait
Banjir Demak Rendam 8 Desa, 2.839 Warga Mengungsi Akibat Tanggul Jebol
Iran Ancam Serang Pangkalan AS dan Sekutu di Teluk Jika Pasukan Tak Ditarik
Perwira Polisi di Jambi Didemosi Usai Kurir Sabu 58 Kg Kabur dari Ruang Penyidikan
Andre Rosiade Gelar Turnamen Padel Gratis untuk Dorong Olahraga Keluarga