Gus Fahrur PBNU Imbau Pembinaan, Bukan Hukum, untuk Remaja yang Tidur di Musala

- Sabtu, 04 April 2026 | 08:30 WIB
Gus Fahrur PBNU Imbau Pembinaan, Bukan Hukum, untuk Remaja yang Tidur di Musala

Video itu beredar luas, memicu gelombang kecaman. Seorang laki-laki dan perempuan terlihat tidur berpelukan di dalam sebuah musala di Pantai Logending, Kebumen. Tak lama, seorang warga datang dan menyiram mereka dengan air hingga keduanya kaget terbangun. Peristiwa yang terjadi Rabu siang lalu itu viral, dan menuai berbagai tanggapan.

Merespon hal ini, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau yang akrab disapa Gus Fahrur, menyatakan rasa prihatinnya. Baginya, kejadian ini lebih dari sekadar pelanggaran norma.

"Kasus sejoli tidur berduaan di musala yang viral bukan hanya soal pelanggaran norma, ini adalah alarm keras bahwa sebagian masyarakat mulai kehilangan rasa malu dan batas kepantasan," ujar Gus Fahrur kepada wartawan, Jumat (5/5/2026).

Dia menegaskan, musala adalah tempat sujud. Bukan tempat istirahat, apalagi untuk bermesraan. Ketika kesuciannya dilanggar begitu terang-terangan, yang tercoreng bukan cuma tempat ibadahnya. Tapi juga, secara tak langsung, wajah moral kita bersama.

Meski begitu, Gus Fahrur punya pandangan lain soal penanganannya. Ia mengimbau agar para pelaku, yang ternyata masih remaja, diberikan pembinaan ketimbang langsung dihukum terutama jika unsur pidananya tak jelas.

"Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan sekaligus kasih sayang. Dalam banyak ajaran, menutup aib dan memberi ruang taubat lebih diutamakan daripada membuka aib dan mempermalukan. Jika perbuatan tersebut tidak secara jelas memenuhi unsur pidana, maka pendekatan yang lebih utama adalah pembinaan dan peningkatan kualitas keimanan agar tidak terulang," jelasnya.

Menurutnya, pendekatan lewat edukasi dan penyadaran seringkali jauh lebih efektif. "Terlebih jika pelaku masih berusia muda, yang masih memiliki ruang untuk memperbaiki diri. Memberi mereka kesempatan untuk menyadari kesalahan, meminta maaf, dan berubah adalah bentuk keadilan yang lebih manusiawi," imbuh Gus Fahrur.

Kembali ke kasusnya, video berdurasi sekitar satu menit itu pertama muncul di akun Instagram @reset.feeds. Dari klarifikasi kepolisian, diketahui ada tiga remaja yang terlibat: DS (18) dan LA (21) yang kedapatan berpelukan, serta AA (21) yang tidur di samping mereka.

Kapolsek Ayah, AKP Diyono, mengonfirmasi lokasi kejadian. "Iya betul, itu di musala Pantai Logending. Kejadiannya kemarin," katanya.

Setelah digerebek warga, ketiganya dibawa ke Polairud setempat lalu ke Polsek Ayah untuk dimintai keterangan. Orang tua mereka pun dipanggil. Alhasil, masalah ini berakhir dengan penyelesaian secara kekeluargaan oleh pihak berwenang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar