Video itu beredar luas, memicu gelombang kecaman. Seorang laki-laki dan perempuan terlihat tidur berpelukan di dalam sebuah musala di Pantai Logending, Kebumen. Tak lama, seorang warga datang dan menyiram mereka dengan air hingga keduanya kaget terbangun. Peristiwa yang terjadi Rabu siang lalu itu viral, dan menuai berbagai tanggapan.
Merespon hal ini, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau yang akrab disapa Gus Fahrur, menyatakan rasa prihatinnya. Baginya, kejadian ini lebih dari sekadar pelanggaran norma.
"Kasus sejoli tidur berduaan di musala yang viral bukan hanya soal pelanggaran norma, ini adalah alarm keras bahwa sebagian masyarakat mulai kehilangan rasa malu dan batas kepantasan," ujar Gus Fahrur kepada wartawan, Jumat (5/5/2026).
Dia menegaskan, musala adalah tempat sujud. Bukan tempat istirahat, apalagi untuk bermesraan. Ketika kesuciannya dilanggar begitu terang-terangan, yang tercoreng bukan cuma tempat ibadahnya. Tapi juga, secara tak langsung, wajah moral kita bersama.
Meski begitu, Gus Fahrur punya pandangan lain soal penanganannya. Ia mengimbau agar para pelaku, yang ternyata masih remaja, diberikan pembinaan ketimbang langsung dihukum terutama jika unsur pidananya tak jelas.
Artikel Terkait
150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Daerah 3T untuk Percepatan Transformasi Digital Pendidikan
Banjir Rendam 552 Rumah di Donggala, Dua Kecamatan Terdampak
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh