BMKG Peringatkan El Nino Godzilla, Lahan Gambut Jadi Fokus Mitigasi

- Sabtu, 04 April 2026 | 07:15 WIB
BMKG Peringatkan El Nino Godzilla, Lahan Gambut Jadi Fokus Mitigasi

Kalau sekat rusak, air di lahan gambut akan mengalir keluar tak terkendali. Alhasil, di musim kemarau, kanal yang bocor justru mempercepat pengeringan. Harus segera dibenahi.

Kedua, titik sumur bor. Banyak yang dibangun dalam sepuluh tahun terakhir. Nah, kondisi dan aksesnya harus dipastikan baik. Sumur bor yang rusak harus diperbaiki sekarang juga, sebelum benar-benar dibutuhkan saat kebakaran.

Ketiga, stasiun pemantauan kedalaman air tanah. Data real-time dari stasiun ini crucial untuk prediksi dini daerah rawan kebakaran. Harus berfungsi dan bisa dipantau dari jarak jauh.

Ketiga instrumen tadi banyak dibangun di era pemerintahan Jokowi, lewat Badan Restorasi Gambut (BRG) yang kemudian jadi BRGM. Mereka bekerja sama dengan banyak pihak: pemda, kampus, LSM, hingga BNPB. Hasilnya ribuan tepatnya 13.816 unit sumur bor hanya dalam periode 2017-2019. Alat-alat itu terbukti membantu menekan kebakaran.

Sekarang, di era pemerintahan baru, tugas BRGM resmi berakhir. Tanggung jawab restorasi gambut beralih ke tiga kementerian: Kehutanan, Lingkungan Hidup, serta Kelautan dan Perikanan.

Jangan Mulai dari Nol

Nah, di titik inilah pemerintah perlu bergerak cepat. Idealnya, segera ada inventarisasi menyeluruh terhadap semua instrumen pencegah kebakaran yang sudah terpasang. Jangan sampai upaya mitigasi kita mulai dari nol lagi. Pelibatan TNI dan Polri juga penting, untuk pencegahan di lapangan.

Kabar baiknya, kita masih punya waktu. Saat ini, hujan masih sesekali turun di beberapa wilayah, termasuk di area gambut. Air yang masih ada ini harus dikonservasi, dijaga, untuk membasahi gambut sebelum kemarau panjang benar-benar tiba.

Momentum ini tak boleh disia-siakan. Laporan dari Riau dan Sumatera sudah menyebutkan titik api mulai muncul. Kerugian akan jauh lebih besar jika pencegahan terlambat.

Pada akhirnya, bangsa yang bisa belajar dari pengalamanlah yang akan bertahan. Terutama di tengah perubahan iklim global yang kini sudah jadi keniscayaan.

") Dr. Destika Cahyana, SP., M.Sc adalah Peneliti di Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar