InJourney Perkuat Ekosistem Pariwisata Terpadu Bali-Nusra Lewat Kolaborasi Regional

- Jumat, 30 Januari 2026 | 13:48 WIB
InJourney Perkuat Ekosistem Pariwisata Terpadu Bali-Nusra Lewat Kolaborasi Regional

Upaya memperkuat pariwisata terintegrasi di Bali, NTB, dan NTT terus digenjot oleh InJourney, holding BUMN aviasi dan pariwisata. Intinya, mereka ingin menyatukan layanan bandara dengan pengelolaan destinasi wisata dalam satu ekosistem perjalanan yang mulus. Bayangkan, dari saat turun dari pesawat hingga menikmati keindahan destinasi, semuanya terhubung.

Nah, komitmen ini baru saja diwujudkan lewat kolaborasi nyata dengan Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT. Mereka menandatangani Perjanjian Kerja Sama Regional di Golo Mori Convention Center (GMCC), Kabupaten Manggarai Barat. Kerja sama lintas provinsi ini jelas bukan sekadar seremoni. Tujuannya konkret: memperkuat konektivitas dan memudahkan perjalanan wisatawan yang ingin menjelajahi ketiga wilayah tersebut.

Para gubernur pun menyambut baik model integrasi ini. Menurut mereka, pendekatan yang digulirkan InJourney Group mulai dari akses bandara hingga tata kelola kawasan bisa meningkatkan efektivitas event, melancarkan mobilitas turis, dan tentu saja, menguatkan daya saing destinasi. Baik di tingkat nasional maupun global.

Dari Bandara Hingga Destinasi: Sebuah Rantai yang Menyatu

Sebagai holding, InJourney punya peran besar. Mereka bertekad mengintegrasikan semuanya, dari hulu ke hilir. Mulai dari layanan bandara dan aviasi, hingga pengelolaan kawasan wisata. Untuk urusan destinasi, mereka andalkan anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Tugasnya memastikan pengembangan berjalan terintegrasi, berkualitas, dan tentu saja berkelanjutan.

Maya Watono, Direktur Utama InJourney, menegaskan hal ini.

“Integrasi layanan ini fondasi penting. Bukan cuma untuk konektivitas antar destinasi, tapi juga untuk mendongkrak jumlah wisatawan di Bali, NTB, dan NTT. Sinergi ini yang akan menciptakan dampak ekonomi sosial nyata bagi daerah,” ujarnya.

Dalam kerja sama Bali-Nusra ini, ITDC memainkan peran strategis. Mereka menyediakan infrastruktur MICE berstandar internasional di Kawasan The Golo Mori, yang kebetulan menjadi lokasi penandatanganan kesepakatan tadi.

Ahmad MURIANETWORK.COM, Plt. Direktur Utama ITDC, melihat kolaborasi ini sebagai langkah strategis jangka panjang.

“Ini fondasi untuk membangun kawasan pariwisata yang terhubung dan berkelanjutan. Kolaborasi tiga provinsi ini akan menguatkan ekosistem, meningkatkan konektivitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi regional,” ungkap Fajar.

Pemilihan GMCC sebagai tempat acara bukan tanpa alasan. Tempat ini dinilai punya infrastruktur yang memadai untuk pertemuan berskala nasional hingga internasional. Kepercayaan ini sekaligus jadi sinyal: The Golo Mori siap menjadi ruang kolaborasi strategis untuk berbagai pihak di masa depan.

GMCC sendiri diresmikan tahun 2023. Desainnya memadukan fasilitas MICE kelas dunia dengan lanskap alam Indonesia Timur yang memukau. Kehadirannya merupakan representasi dari destinasi MICE berbasis kelautan yang berkelanjutan berorientasi pada kualitas dan daya saing global.

General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, punya pandangan yang lebih luas soal kerja sama ini.

“Bagi kami, Bali–Nusra lebih dari sekadar kolaborasi wilayah. Ini adalah satu kesatuan sosial dan ekonomi. Kami berharap GMCC bisa menjadi bagian dari ekosistem kawasan yang inklusif, memperkuat konektivitas, dan mendongkrak pertumbuhan pariwisata serta ekonomi daerah secara berkelanjutan,” jelas Aji.

Kawasan The Golo Mori memang tak main-main. Selain gedung konvensi yang bisa menampung hingga 2.000 orang, ada juga Nuka Beach Club untuk kuliner dan rekreasi, fasilitas heliport untuk konektivitas VIP, serta rencana pengembangan amenitas lain di beberapa titik. Penguatan fasilitas ini semua bagian dari strategi besar: menciptakan kawasan terpadu yang mampu menunjang aktivitas MICE dan pariwisata berskala besar.

Melalui momen penandatanganan ini, InJourney dan ITDC jelas ingin mempertegas peran The Golo Mori. Mereka membidiknya sebagai hub MICE strategis di Indonesia Timur, dengan layanan terintegrasi yang menghubungkan bandara, destinasi, dan kawasan. Tujuannya satu: mendorong kolaborasi regional, memperluas dampak ekonomi, dan menempatkan Indonesia lebih kuat di peta MICE dunia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar