Dari sisi lokasi hiposenter, aktivitas seismik lebih banyak terjadi di lautan. “Terjadi 67 gempa bumi yang berpusat di laut, sedangkan 44 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat,” jelas Teguh.
Dia lantas menyoroti satu kejadian yang paling berkesan. Gempa berkekuatan 5,4 magnitudo yang mengguncang Kota Sukabumi pada Jumat, 13 Maret 2026. Guncangannya ternyata dirasakan hingga Garut, Tasikmalaya, dan tentu saja Sukabumi sendiri.
Menurut analisis BMKG, gempa khas Maret lalu ini didominasi oleh aktivitas sesar aktif. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” terang Teguh.
Data ini jelas memberikan gambaran bahwa Jawa Barat tetap menjadi wilayah yang aktif secara seismik. Getarannya mungkin kecil dan sering tak terasa, tapi catatan 111 kejadian dalam sebulan patut jadi bahan perhatian.
Artikel Terkait
Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Ditangkap, Motifnya Dendam Lama
Brimob Gagalkan Tawuran Remaja di Cikarang, 7 Senjata Tajam Disita
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat dan Rudal AS-Israel dalam Serangkaian Insiden
Kapal Prancis Pertama Melintasi Selat Hormuz Sejak Konflik dengan Iran Memanas