Di Kecamatan Gubug, nasib serupa menimpa dua desa: Penadaran dan Ringinharjo. Sekitar 814 keluarga terdampak, dengan genangan mencapai 20 sampai 60 sentimeter di beberapa dusun.
Sementara itu, di Tegowanu, sekitar dua ratus rumah di Desa Sukorejo dan Tanggirejo terendam. Yang cukup mengkhawatirkan, aktivitas belajar di SD Negeri 2 Sukorejo sempat terganggu karena lokasinya ikut kebanjiran.
Lalu, ada Kecamatan Tanggungharjo. Luapan dari Sungai Kliteh membanjiri Desa Sugihmanik, mengganggu 60 keluarga. Tidak hanya itu, arus lalu lintas di ruas jalan Gubug-Kedungjati, tepatnya di wilayah Desa Mrisi, sempat macet total karena tergenang.
Sedangkan di Purwodadi, masalah muncul di ruas jalan Danyang-Pengkol, Desa Candisari. Sekitar seratus meter jalan terendam air setinggi 20-25 cm.
Meski begitu, ada kabar baik. Saat ini sebagian besar genangan sudah mulai surut. Warga pun pelan-pelan kembali beraktivitas seperti biasa.
"Kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada," pungkas Wahyu. "Potensi hujan masih ada, jadi kondisi bisa berubah sewaktu-waktu."
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Umumkan Skuad untuk ASEAN Futsal Championship 2026
Trump Berganti Sikap: Dari Minta Bantuan NATO hingga Ancaman Serbu Iran
Bentrokan Antarwarga di Halmahera Tengah Tewaskan Dua Orang
Target Pertumbuhan 5,4% Terancam Gejolak Harga Minyak dan Defisit APBN