Stimulus itu jadi pijakan untuk mendongkrak kinerja tahun ini sekaligus melebarkan sayap ekspor. Kabarnya, perkembangan order dari pembeli lama dan baru sudah mulai berdatangan, khususnya untuk pasar Amerika Serikat dan Singapura.
Keyakinan itu punya dasar yang kuat. Sepanjang 2025, TRIS membukukan laba bersih Rp110,16 miliar. Angka itu tumbuh 33 persen dibanding setahun sebelumnya yang Rp82,90 miliar.
Penjualannya juga ikut meroket. Mereka meraup Rp1,73 triliun, naik 14 persen dari periode sebelumnya. Kontributor utamanya tetap segmen manufaktur, yang menyumbang Rp1,41 triliun atau 66 persen dari total penjualan. Pertumbuhannya mencapai 17 persen year-on-year.
Yang menarik, pasar ekspor punya peran besar. Kontribusinya mencapai 59 persen terhadap total penjualan, dengan nilai Rp1,02 triliun meningkat 13 persen. Permintaan dari pasar-pasar utama seperti Australia, Amerika, dan Jepang terus menjadi motor penggerak ekspansi mereka di kancah global.
Jadi, langkah strategis yang sedang disiapkan TRIS ini seperti kelanjutan natural dari performa solid mereka. Tinggal menunggu eksekusinya di lapangan.
Artikel Terkait
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi Hari Ini untuk Perpanjangan SIM
Dubes Iran Temui Megawati, Sampaikan Pesan Soal Peran PBB di Tengah Konflik
BMKG Peringatkan El Nino Godzilla, Lahan Gambut Jadi Fokus Mitigasi
IPOT Perkuat Layanan e-IPO, Fasilitasi Investor Ritel di Tengah Minat IPO yang Meningkat