Di sisi lain, Fauzi menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Begitu kabar tentang insiden ini sampai, tim langsung bergerak cepat. Mereka melakukan koordinasi dan pendalaman awal di lokasi kejadian perkara untuk mengumpulkan fakta.
“Atas nama Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, kami juga menyampaikan simpati dan empati yang tulus kepada para korban dan keluarganya,” lanjutnya.
Nuansa naratifnya jelas: sebuah kegiatan sekolah yang seharusnya aman dan mendidik, berubah menjadi mencekam karena insiden tak terduga ini. Respons dari institusi militer pun datang, mencoba meredam keresahan yang timbul.
Meski begitu, proses investigasi masih terus berjalan. Masyarakat menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai asal-usul dan kronologi pasti dari peluru nyasar yang memicu tragedi ini.
Artikel Terkait
Arema FC Hadapi Malut United dengan Tujuh Pemain Absen
Donghae Super Junior Umumkan Album Solo Perdana dan Tur Asia 2026
Ekspor Sumsel Anjlok 34,61% pada Dua Bulan Pertama 2026
BMKG Prediksi Langit Jakarta Didominasi Cerah Berawan Hari Ini